Galungan adalah hari raya besar bagi umat Hindu Bali yang dirayakan setiap 210 hari sekali (berdasarkan perhitungan kalender Bali/Pawukon) yaitu pada hari Rabu Kliwon Wuku Dungulan.
Perayaan ini memiliki makna utama sebagai Kemenangan Dharma (Kebaikan) melawan Adharma (Kejahatan). Momen untuk menyatukan kekuatan rohani agar mendapatkan pikiran dan pendirian yang tenang.
Umat Hindu merayakan dengan melakukan persembahyangan dan persembahan sebagai wujud syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) dan Dewa Bhatara.
Perayaan Galungan memiliki beberapa rangkaian hari suci penting sebelum dan sesudahnya, di antaranya:
– Penampahan Galungan sehari sebelum Galungan. Hari penyucian dan persiapan upacara.
– Galungan: Hari kemenangan Dharma. Sembahyang di rumah, pura dan merajan.
– Umanis Galungan: Sehari setelah Galungan. Hari berkumpul dengan keluarga dan menjaga keharmonisan.
– Kuningan: Sepuluh hari setelah Galungan. Puncak perayaan yang menandai kembalinya para leluhur dan dewa ke swarga (kahyangan).
Hari Raya Galungan menjadi momen kemenangan spiritual di mana manusia kembali meneguhkan keyakinannya pada Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) dan menyatukan kekuatan rohani.
Galungan juga diperingati untuk menyatukan kekuatan rohani agar mendapat pikiran dan pendirian yang tenang. Bersatunya rohani dan pikiran yang terang merupakan wujud Dharma dalam diri, sementara kekacauan adalah Adharma.
Singkatnya, Galungan adalah momen suci untuk merayakan dan meneguhkan kembali kebenaran dan kebaikan dalam diri dan kehidupan umat manusia.
#HariRayaGalungan #HariRayaKuningan #GalunganKuningan #MerajanTegalSari #NgurahSuryaKusuma
Youtube Channel: Ngurah Surya Kusuma

