Vihara Satya Dharma merupakan salah satu tempat ibadah Tridharma yang terletak di wilayah Pelabuhan Benoa, Bali. Meskipun menggunakan istilah vihara, tempat ibadah ini sebenarnya merupakan tempat peribadatan bagi tiga agama, yaitu Buddha, Taoisme, dan Khonghucu, sebagaimana tertuang pada prasasti peresmiannya. Selain itu, sebagaimana klenteng dan vihara lainnya di Bali, tempat ibadah ini juga menunjukkan adanya alkulturasi dengan agama Hindu Bali dengan adanya pelinggih Padmasana dan Tugun Karang di pojok halaman bagian depan.
Dewata (Singbing) utama yang dipuja di Vihara Satya Dharma adalah Nezha. Selain itu, klenteng ini juga membangun altar untuk para Singbing yang berhubungan keselamatan perjalanan, pelayaran, dan perdagangan. Tempat ibadah ini diharapkan akan menjadi tempat ibadah para pelaut dari berbagai negara yang sering singgah di Pelabuhan Benoa karena daerah ini sebelumnya tidak memiliki klenteng. Selain itu, tempat ibadah ini juga diharapkan dapat menarik para wisatawan lokal dan mancanegara yang berkunjung.
Vihara Satya Dharma berlokasi pada ujung utara jalan tol di Pelabuhan Benoa. Dana pembangunan tempat ibadah ini dikumpulkan oleh yayasan dari sumbangan umat di Indonesia khususnya Bali, juga dari para pelaut Jepang, Taiwan, dan Thailand yang singgah di Pelabuhan Benoa. Pembangunan berlangsung selama enam tahun hingga akhirnya diresmikan pada tahun 2012. Perayaan peresmian bangunan vihara dilakukan pada hari Rabu, 22 Agustus 2012 dengan dihadiri Wakil Gubernur Bali saat itu Anak Agung Ngurah Puspayoga.
#ViharaSatyaDharma #Denpasar #Bali #NgurahSuryaKusuma
Youtube Channel: Ngurah Surya Kusuma

